Sabtu, 23 Februari 2013

Kenarsisan Anak Remaja :D

Posted Senin, 06 Desember 2010 by Lyla Sabilla
dari judulnya aja uda keliatan kaan kira-kira postinganku nii tentang appaan !?
haha .
yaapp broo ma men ! #apaandeelyla
 F.O.T.O.

ininih ceritanya , waktu harii guru disekolah sayaa tercintaa :*
bingung mo kasih wali kelas apaan . yauda, berhubung wali kelas orangnya fashionable bangeet #iyataa!?kayaknyaseeiyya melalui proses rapat yang alot #bahasakundewo,lebai,tidakefektifdantidakpadat akhirnya diputuskan memberi baju alias klambi alias clothes ..

alasan memilih baju, antara lain ::
  1. Wali Kelas fashionable
  2. Kayaknya see suka baju
  3. Kalo baju bisa dipakai ke kantor
  4. Gampang diingat/dikenang #mungkin
  5. Harganya masih terjangkau
  6. de le le (baca:dll) .

okelah yaa ngasii baju .. tapi pengen supaya kita warga 9E 'MERDEKA' lebih dikenang lagii #ceillee sama wali kelas kita, akhirrrnyaaa usuul foto bareng sekelas buat kenang-kenangan :D

jadilah jeprat jepret seperti ini hasilnya >>


ini dia jeprat jepret 'in my class' :D
dibawah ini ada lagi 
siap siap . jadinya kita foto dua kali
#siapsiapapaan!? #siapsiapperang!?%@


ini dia hasil jeprat jepret yang kedua 
bagusan mana yaa yg pertama sama yg kedua ??
#jeleksemua
>>#boohjanganlaah :D


oia .berhubung waktu itu sii bang Dhina Puspitanigrum kereeen bangeet #cowokbangetlah .
dia jadi seleb dua jam #gaksampeksiihkayaknya ..
cewek ceweknya klas 9 disekolaah pada minta fobar (baca:fotobareng) sii bang Dhina .
Dhina kayak cowok siih . kalo cowok foto mesraa sama cowok beneran kaan ntar dikira macem-macem , tapii kalo sama cewek kaan masiih muhrim :) #ciaahhlyla haha . #belajaralimdarimanaLa!?

yaaah ini ada beberapa fobar Dhina dan kawan kawan :D

 (kiri) Dhina ,  (kanan) Dian 
yaa bia nilai sendiri deeh :D
cakepkan bang Dhina !?

haha :D 
sebenernya seeh ini bisa dimasukkan ke kategori foto mamong yaa !?
#nggaplek
(dari kiri) Nuring , Dhina , Tiara (yang dibawah) Lyla

 ini kayaknya lebih mendingan daripada yang sebelumnya yaa!?
kalo ini kayaknya siap kamera :D
(dari kiri) Nuring , Dhina , Tiara , Indhira (yang dibawah) Lyla
nambah satu prucil yang ini dari yang sebelumnya


ininiih kaan pada foto bareng Dhina 
buka fc Dhina laku kayaknya :D
(dari kiri) Icha , Dinira , Dhina


tuhkan nambah lagii deeh orangnya #fansnyamaksudsaya
(dari kiri) Tiara , Icha , Dinira , Dhina , Shifa


kalo yang dibawah ini , foto foto Dhina yang sendirian >>




Dhina bois boyis kooh fotonyaa :D
cakeepkan bang Dhina !?
:D


yaa itulah beberapa gambar gambar #lebihtepatnyafotokaliyee klaaass 9E dan dicampuur dengan foto foto Dhina bersama kawan kawan ..
dan diudek baurkan sama foto foto Dhina sendiri :D
http://silylayalisa.blogspot.com/2010/12/kenarsisan-anak-remaja-d.html
Oleh : Zaldy Munir
NARKOBA atau NAPZA adalah bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan / psikologi seseorang (pikiran, perasaan dan perilaku) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi. Yang termasuk dalam NAPZA, yaitu Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya.
Masalah pencegahan penyalahgunaan NAPZA bukanlah menjadi tugas dari sekelompok orang saja, melainkan menjadi tugas kita bersama. Upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA yang dilakukan sejak dini sangatlah baik, tentunya dengan pengetahuan yang cukup tentang penanggulangan tersebut. Peran orang tua dalam keluarga dan juga peran pendidik di sekolah sangatlah besar bagi pencegahan penaggulangan terhadap NAPZA.
Narkotika menurut UU RI No 22 / 1997, Narkotika, yaitu zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.
PENYEBABNYA SANGATLAH KOMPLEKS AKIBAT INTERAKSI BERBAGAI FAKTOR
1. Faktor individual
Kebanyakan dimulai pada saat remaja, sebab pada remaja sedang mengalami perubahan biologi, psikologi maupun sosial yang pesat. Ciri-ciri remaja yang mempunyai resiko lebih besar menggunakan NAPZA, seperti kurang percaya diri, mudah kecewa, agresif, murung, pemalu, pendiam dan sebagainya.
2. Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan meliputi faktor keluarga dan lingkungan pergaulan kurang baik sekitar rumah, sekolah, teman sebaya, maupun masyarakat, seperti komunikasi orang tua dan anak kurang baik, orang tua yang bercerai, kawin lagi, orang tua terlampau sibuk, acuh, orang tua otoriter dan sebagainya.
Faktor-faktor tersebut di atas memang tidak selalu membuat seseorang kelak menjadi penyalahguna NAPZA. Akan tetapi, makin banyak faktor-faktor di atas, semakin besar kemungkinan seseorang menjadi penyalahguna NAPZA.
GEJALA KLINIS PENYALAHGUNAAN NAPZA
1. Perubahan Fisik
Pada saat menggunakan NAPZA : jalan sempoyongan, bicara pelo (cadel), apatis (acuh tak acuh), mengantuk, agresif. Bila terjadi kelebihan dosis (Overdosis) : nafas sesak, denyut jantung dan nadi lambat, kulit teraba dingin, bahkan meninggal. Saat sedang ketagihan (Sakau) : mata merah, hidung berair, menguap terus, diare, rasa sakit seluruh tubuh, malas mandi, kejang, kesadaran menurun. Pengaruh jangka panjang : penampilan tidak sehat, tidak perduli terhadap kesehatan dan kebersihan, gigi keropos, bekas suntikan pada lengan.
2. Perubahan sikap dan perilaku
Prestasi di sekolah menurun, tidak mengerjakan tugas sekolah, sering membolos, pemalas, kurang bertanggung jawab. Pola tidur berubah, bergadang, sulit dibangunkan pagi hari, mengantuk di kelas atau tempat kerja. Sering berpergian sampai larut malam, terkadang tidak pulang tanpa ijin. Sering mengurung diri, berlama-lama di kamar mandi, menghidar bertemu dengan anggota keluarga yang lain.
Sering mendapat telpon dan didatangi orang yang tidak dikenal oleh anggota keluarga yang lain. Sering berbohong, minta banyak uang dengan berbagai alasan, tapi tidak jelas penggunaannya, mengambil dan menjual barang berharga milik sendiri atau keluarga, mencuri, terlibat kekerasan dan sering berurusan dengan polisi. Sering bersikap emosional, mudah tersinggung, pemarah, kasar, bermusuhan, pencurigaan, tertutup dan penuh rahasia.
UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NAPZA 
Upaya pencegahan meliputi 3 hal : mengenali remaja resiko tinggi penyalahgunaan NAPZA dan melakukan intervensi. Upaya ini terutama dilakukan untuk mengenali remaja yang mempunyai resiko tinggi untuk menyalahgunakan NAPZA, setelah itu melakukan intervensi terhadap mereka agar tidak menggunakan NAPZA. Upaya pencegahan ini dilakukan sejak anak berusia dini, agar faktor yang dapat menghabat proses tumbuh kembang anak dapat diatasi dengan baik.
Komunikasi dua arah, bersikap terbuka dan jujur, mendengarkan dan menghormati pendapat anak. Memperkuat kehidupan beragama. Yang diutamakan bukan hanya ritual keagamaan, melainkan memperkuat nilai moral yang terkandung dalam agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua memahami masalah penyalahgunaan NAPZA agar dapat berdiskusi dengan anak.***  
About these ads

Remaja & Narkoba

oleh : Marsella Retno Asih Masalah utama remaja berawal dari pencarian jati diri. Mereka mengalami krisis identitas karena untuk dikelompokkan ke dalam kelompok anak-anak merasa sudah besar, namun kurang besar untuk dikelompokkan dalam kelompok dewasa. Hal ini merupakan masalah bagi setiap remaja di belahan dunia ini.
Oleh karena pergumulan di masa remaja ini, maka remaja mempunyai kebutuhan sosialisasi yang seoptimal mungkin, serta dibutuhkan pengertian dan dukungan orangtua dan keluarga dalam kerentanan di masa remaja.
Bila kebutuhan remaja kurang diperhatikan, maka remaja akan terjebak dalam perkembangan pribadi yang “lemah”, bahkan dapat dengan mudah terjerumus ke dalam belenggu penyalahgunaan narkoba.
Hingga sekarang, penyalahgunaan narkoba semakin luas di masyarakat kita, terutama semakin banyak di kalangan para remaja yang sifatnya ingin tahu dan ingin coba-coba. Banyak alasan mengapa banyak yang terjerumus ke bahan terlarang dan berbahaya ini kemudian tidak mampu melepaskan diri lagi. Alasannya antara lain:
1. hal ini sudah dianggap sebagai suatu gaya hidup masa ini
2. dibujuk orang agar merasakan manfaatnya
3. ingin lari dari masalah yang ada, untuk merasakan kenikmatan sesaat
4. ketergantungan dan tidak ada keinginan untuk berhenti
..dan mungkin masih banyak alasan lainnya.
Ada baiknya kita mengintip sedikit tentang narkoba. Apa saja sih jenis-jenis narkoba? Menurut situs kespro dot info, pada dasarnya narkoba itu dibagi atas 4 kelompok, yaitu:
1. narkotika, terutama opiat atau candu.
2, halusinogenik, misalnya ganja atau mariyuana
3. stimulan, misalnya ekstasi dan shabu-shabu
4. depresan, misalnya obat penenang.
Masing-masing kelompok mempunyai pengaruh tersendiri terhadap tubuh dan jiwa penggunanya. Opiat, yang menghasilkan heroin atau “putauw†menimbulkan perasaan seperti melayang dan perasaan enak atau senang luar biasa, yang disebut euforia. Tetapi ketergantungannya sangat tinggi dan dapat menyebabkan kematian.
Marijuana atau ganja, yang termasuk
kelompok halusinogenik, mengakibatkan timbulnya halusinasi sehingga pengguna tampak senang berkhayal. Tetapi sekitar 40-60 persen pengguna justru melaporkan berbagai efek samping yang tidak menyenangkan, misalnya muntah, sakit kepala, koordinasi yang lambat, tremor, otot terasa lemah, bingung, cemas, ingin bunuh diri, dan beberapa akibat lainnya.
Bahan yang tergolong stimulan menimbulkan pengaruh yang bersifat merangsang sistem syaraf pusat sehingga menimbulkan rangsangan secara fisik dan psikis. Ecstasy, yang tergolong stimulan, menyebabkan pengguna merasa terus bersemangat tinggi, selalu gembira, ingin bergerak terus, sampai tidak ingin tidur dan makan. Akibatnya dapat sampai menimbulkan kematian.
Sebaliknya bahan yang tergolong depresan menimbulkan pengaruh yang bersifat menenangkan. Depresan atau yang biasa disebut obat penenang, dibuat secara ilmiah di laboratorium. Berdasarkan indikasi yang benar, obat ini banyak digunakan sesuai dengan petunjuk dokter. Dengan obat ini, orang yang merasa gelisah atau cemas misalnya, dapat menjadi tenang. Tetapi bila obat penenang digunakan tidak sesuai dengan indikasi dan petunjuk dokter, apalagi digunakan dalam dosis yang berlebihan, justru dapat menimbulkan akibat buruk lainnya.
Apa akibat penyalahgunaan narkoba?
Pada dasarnya akibat penyalahgunaan narkoba dapat dibagi menjadi akibat fisik dan psikis. Akibat yang terjadi tentu tergantung kepada jenis narkoba yang digunakan, cara penggunaan, dan lama penggunaan.
Beberapa akibat fisik ialah kerusakan otak, gangguan hati, ginjal, paru-paru, dan penularan HIV/AIDS melalui penggunaan jarum suntik bergantian. Sebagai contoh, sekitar 70 persen pengguna narkoba suntikan di Cina tertular HIV/ AIDS. Di Indonesia, sejak beberapa tahun terakhir ini jumlah kasus HIV/AIDS yang tertular melalui penggunaan jarum suntik di kalangan pengguna narkotik tampak meningkat tajam. Akibat lain juga timbul sebagai komplikasi cara penggunaan narkoba melalui suntikan, misalnya infeksi pembuluh darah dan penyumbatan pembuluh darah.
Di samping akibat tersebut di atas, terjadi juga pengaruh terhadap irama hidup yang menjadi kacau seperti tidur, makan, minum, mandi, dan kebersihan lainnya. Lebih lanjut, kekacauan irama hidup memudahkan timbulnya berbagai penyakit.
Akibat psikis yang mungkin terjadi ialah sikap yang apatis, euforia, emosi labil, depresi, kecurigaan yang tanpa dasar, kehilangan kontrol perilaku, sampai mengalami sakit jiwa.
Akibat fisik dan psikis tersebut dapat menimbulkan akibat lebih jauh yang mungkin mengganggu hubungan sosial dengan orang lain. Bahkan acapkali pula merugikan orang lain. Sebagai contoh, perkelahian dan kecelakaan lalu lintas yang terjadi karena pelaku tidak berada dalam keadaan normal, baik fisik maupun psikis.
Narkoba yang Adiktif
Penggunaan narkoba dapat menimbulkan ketergantungan. Ketergantungan terhadap narkoba ternyata tidak mudah diatasi. Meski cukup banyak remaja yang berjuang untuk keluar dari ketergantungan narkoba, acap kali mereka jatuh kembali. Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah meluncurkan program substitusi obat dengan menggunakan metadon. Diharapkan dengan pemberian metadon ini penggunaan narkoba suntikan dapat dikurangi atau dihentikan. Penggunaan narkoba suntikan amat berisiko menularkan penyakit Hepatitis C dan HIV.
Penelitian di RS Cipto Mangunkusumo mendapatkan angka kekerapan Hepatitis C di kalangan pengguna narkoba suntikan mencapai 77 persen. Sedangkan kekerapan HIV pada pengguna narkoba suntikan di Indonesia berkisar antara 60 persen sampai 90 persen.
Dukungan Sangat Penting
Setelah beban fisik pengguna narkoba suntikan dapat diatasi, maka masih ada beban psikologis dan sosial. Beban psikologis dan sosial ini kadang-kadang amat berat sehingga dapat menyebabkan remaja kambuh kembali menggunakan narkoba suntikan. Oleh karena itu, perlu diwujudkan lingkungan yang mendukung. Di Indonesia lingkungan yang paling penting adalah keluarga. Kesediaan keluarga untuk menerima remaja yang pernah menggunakan narkoba suntikan di tengah keluarga merupakan dukungan yang amat berharga. Sebagian remaja dapat meneruskan pendidikannya dan memperoleh pekerjaan. Namun, sebagian lagi tak mungkin meneruskan sekolah dan harus menghadapi kenyataan bahwa mereka harus berjuang untuk hidup dengan bekal pendidikan yang terbatas.
Hendaknya kita dapat meningkatkan berbagai potensi yang ada di tengah masyarakat. Kita perlu bergandeng tangan untuk mencegah remaja menggunakan narkoba.
Adapun bagi remaja yang telah menggunakan diperlukan layanan yang terpadu untuk membawa mereka kembali ke tengah masyarakat. Layanan tersebut rumit dan memerlukan upaya jangka panjang, tetapi semua upaya itu patut kita kerjakan karena sebagian masa depan Indonesia ada di tangan mereka mereka
http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2010/12/02/remaja-narkoba-323411.html

BAHYA NARKOBA

Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat. Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan. Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja.
2.1. Pengertian dan macam-macam narkoba
Menurut WHO (1982), semua zat padat, cair maupun gas yang dimasukan kedalam tubuh yang dapat merubah fungsi dan struktur tubuh secara fisik maupun psikis tidak termasuk makanan, air dan oksigen dimana dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi tubuh normal
Disini akan kami jelaskan tentang jenis-jenis narkoba, yaitu diantaranya adalah :
• Narkotika adalah Zat / obat yang berasal dari tanaman atau sintetis maupun semi sintetis yang dapat menurunkan kesadaran, hilangnya rasa , mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan
• Psikotropika Zat/obat alamiah atau sintetis bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku
• Zat adiktif adalah Bahan lain bukan narkotika atau psikotropika yang pengunaannya dapat menimbulkan ketergantungan baik psikologis atau fisik. Mis : Alkohol , rokok, cofein
2.2. Bahaya Narkoba Bagi Remaja atau Pelajar
Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan.Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja. Kalau dirata- ratakan, usia sasaran narkoba ini adalah usia pelajar, yaitu berkisar umur 11 sampai 24 tahun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bahaya narkoba sewaktu- waktu dapat mengincar anak didik kita kapan saja.
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan terlarang. Sementara nafza merupakan singkatan dari narkotika, alkohol, dan zat adiktif lainnya (obat-obat terlarang, berbahaya yang mengakibatkan seseorang mempunyai ketergantungan terhadap obat-obat tersebut). Kedua istilah tersebut sering digunakan untuk istilah yang sama, meskipun istilah nafza lebih luas lingkupnya.
Narkotika berasal dari tiga jenis tanaman, yaitu (1) candu, (2) ganja, dan (3) koka. Ketergantungan obat dapat diartikan sebagai keadaan yang mendorong seseorang untuk mengonsumsi obat-obat terlarang secara berulang-ulang atau berkesinambungan.
Apabila tidak melakukannya dia merasa ketagihan (sakau) yang mengakibatkan perasaan tidak nyaman bahkan perasaan sakit yang sangat pada tubuh (Yusuf, 2004: 34). Di Indonesia, pencandu narkoba ini perkembangannya semakin pesat. Para pencandu narkoba itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar.
Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok. Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan. Bahaya bagi pelajar.
Di Indonesia, pencandu narkoba ini perkembangannya semakin pesat. Para pencandu narkoba itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar.Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok.
Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan.
Dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau remaja (pelajar) adalah sebagai berikut:
• Perubahan dalam sikap, perangai dan kepribadian,
• Sering membolos, menurunnya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran,
• Menjadi mudah tersinggung dan cepat marah,
• Sering menguap, mengantuk, dan malas,
• Tidak memedulikan kesehatan diri,
• Suka mencuri untuk membeli narkoba
2.3. Upaya Pencegahan Menggunakan Narkoba
Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar, sudah seyogianya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita.
Adapun upaya-upaya yang lebih kongkret yang dapat kita lakukan adalah melakukan kerja sama dengan pihak yang berwenang untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba, atau mungkin mengadakan razia mendadak secara rutin.
Kemudian pendampingan dari orang tua siswa itu sendiri dengan memberikan perhatian dan kasih sayang. Pihak sekolah harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap gerak-gerik anak didiknya, karena biasanya penyebaran (transaksi) narkoba sering terjadi di sekitar lingkungan sekolah. Yang tak kalah penting adalah, pendidikan moral dan keagamaan harus lebih ditekankan kepada siswa.
Karena salah satu penyebab terjerumusnya anak-anak ke dalam lingkaran setan ini adalah kurangnya pendidikan moral dan keagamaan yang mereka serap, sehingga perbuatan tercela seperti ini pun, akhirnya mereka jalani.
Oleh sebab itu, mulai saat ini, kita selaku pendidik, pengajar, dan sebagai orang tua, harus sigap dan waspada, akan bahaya narkoba yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak-anak kita sendiri. Dengan berbagai upaya tersebut di atas, mari kita jaga dan awasi anak didik kita, dari bahaya narkoba tersebut, sehingga harapan kita untuk menelurkan generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan ating dapat terealisasikan dengan baik
Dari makalah di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa :
1) Narkoba adalah barang yang sangat berbahaya dan bisa merusak susunan syaraf yang bisa merubah sebuah kepribadian seseorang menjadi semakin buruk
2) Narkoba adalah sumber dari tindakan kriminalitas yang bisa merusak norma dan ketentraman umum.
http://taufikudin.wordpress.com/2013/01/10/bahaya-narkoba-pada-remaja/

cegah kenakalan remaja

MEDAN - Kegiatan Pramuka dinilai paling tepat untuk mencegah terjadinya kenakalan pada remaja, seiring dengan semakin bebasnya budaya asing masuk ke Indonesia.

"Kegiatan tersebut sangat bermanfaat untuk  mengurangi kenakalan remaja, dapat menciptakan kepercayaan diri yang cukup tinggi bagi generasi muda harapan bangsa," kata Camat Medan Sunggal Pahri di Medan,  pada upacara Hari Ulang Tahun Pramuka ke-50 di wilayah tersebut.

Gerakan Praja muda karana atau yang disebut dengan Pramuka, menurut dia, telah membuktikan salah satu wadah yang mampu membina generasi muda untuk lebih perhatian kepada sesamanya.

"Saya sangat mendukung kegiatan pramuka, dan menggaransi apapun kegiatan positif yang dilaksanakan Pramuka Medan Sunggal.Selagi saya menjabat sebagai camat, saya akan dukung semaksimal mungkin.Apalagi dengan Pramuka lebih banyak kegiatan positif dilakukan para generasi muda," katanya.

Sekretaris Kwartir Ranting Pramuka Medan Sunggal Ade Azmil Azhary yang juga ketua panitia peringatan ulang tahun tersebut mengatakan, pihaknya baru pertama kali menyelenggarakan kegiatan  seperti ini secara mandiri.
 
"Biasanya upacara pramuka ini dipusatkan di Kwartir Cabang Medan, tetapi Medan mengundurkan acaranya sampai tanggal 14 September 2011, makanya kami berinisiatif untuk menggelarnya hari ini," kata Ade.

Ia berharap Pramuka Medan Sunggal akan terus berkembang dan tetap eksis, mengingat selama ini kurang aktif dikarenakan berbagai hal termasuk dukungan pemerintah.

"Sejak tahun ini Camat Medan Sunggal selaku pembina sangat mendukung upacara ulang tahun pramuka ini, semoga  menjadi momentum bagi kebangkitan pramuka," katanya.

Walaupun sedang berpuasa, anggota pramuka yang kebanyakan dari  penegak bantara tersebut kelihatan tetap segar dan ceria.

Ia mengatakan, dari seluruh rangkaian acara yang dimulai dengan prosesi upacara penaikan bendera merah putih, pembacaan Satya Dharma Pramuka, dilanjutkan dengan bernyanyi gembira, atraksi keterampilan dan pemberian penghargaan kepada tokoh-tokoh masyarakat Medan Sunggal, anggota pramuka itu tidak kenal letih dan tetap semangat.

"Kami senang walau pun puasa dan panas panasan ikut upacara, kumpul sama kawan-kawan, jadi tidak terlalu terasa capek dan haus,"  kata salah seorang peserta upacara, Novita.
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=211537:pramuka-cegah-kenakalan-remaja&catid=14:medan&Itemid=27
VIVAnews - Apakah kita semakin bodoh? Sejumlah peneliti mengklaim bahwa kecerdasan manusia semakin berkurang karena kita tidak lagi membutuhkannya untuk bertahan hidup.

Sekelompok peneliti dari Stanford University mengklaim bahwa peradaban modern yang praktis malah mendegradasi kecerdasan manusia. Masih menurut mereka, kecerdasan manusia mencapai puncak kejayaan 4.000 SM.

Kecerdasan dan kemampuan berpikir abstrak manusia berkembang pada leluhur prasejarah manusia yang tinggal di Afrika antara 50 ribu sampai 500 ribu tahun yang lalu. Mereka harus mengandalkan kecerdasan mereka untuk membangun tempat tinggal dan berburu mangsa.

Seiring berjalannya waktu, manusia tidak lagi perlu berjuang untuk bertahan hidup. Seleksi alam tidak membutuhkan manusia-manusia cerdas.

Selain itu, manusia pun menghadapi mutasi gen berbahaya yang mengurangi kemampuan kita 'berpikir keras". Dan ini diteruskan manusia dari generasi ke generasi dan dibiarkan menumpuk. Kondisi ini mengarah pada tahap mandulnya kecerdasan manusia sebagai spesies.

Prof Gerald Crabtree, ahli biologi perkembangan di Stanford University, menjelaskan penelitian ini dalam jurnal Trends in Genetics. Menurutnya, mutasi pada salah satu dari 2.000 hingga 5.000 gen tertentu dapat menurunkan kecerdasan dan kemampuan emosional manusia. Dan, gen-gen ini rawan mutasi.

Perkembangan gen kecerdasan manusia, kata Crabtree, "Kemungkinan terjadi di dunia saat manusia harus menghadapi seleksi alam dalam memenuhi kebutuhan dasar." Tekanan ini tidak berlaku di zaman modern saat ini.

Pada masa purba, manusia yang salah mengambil keputusan saat berburu atau mencari tempat tinggal dan berlindung mungkin akan mati bersama keturunannya. "Sementara, eksekutif di Wall Street di zaman modern yang membuat kesalahan konsep yang sama, bisa jadi malah mendapat bonus besar." Artinya, kata dia, seleksi alam ekstrim hanya ada di masa lalu.

Berdasarkan waktu terjadinya mutasi gen manusia dan kerentanan gen-gen yang terkait fungsi intelektual dan emosional, Profesor Crabtree menghitung. Kecerdasan manusia "mencapai puncak" pada 2.000 sampai 6.000 tahun yang lalu.

"Saya berani bertaruh, jika ada warga biasa dari Athena 1.000 SM tiba-tiba ada di antara kita, dia pasti jadi orang yang paling cerdas. Dengan ingatan yang baik, berbagai ide, dan pandangan yang jelas mengenai isu-isu penting," jelas Crabtree.

Dalam 3.000 tahun mendatang, dia memprediksi, manusia akan mengalami sedikitnya dua mutasi genetika yang akan menurunkan kecerdasan dan kemampuan emosional. Tapi, imbuhnya, ilmu pengetahuan akan berkembang sedemikian pesat sehingga manusia bisa menyelesaikan masalah.

"Tapi, kemunduran kecerdasan sangat lambat, dilihat dari kemajuan masyarakat dalam penemuan-penemuan baru. Teknologi masa depan akan menciptakan solusi untuk masalah ini," kata Gerald Crabtree. (Dailymail/The Telegraph | umi)

GITA SESA WANDA CNTIKA

Artikel

Sosok

Umi Marfathonah

Jadikan Teman | Kirim Pesan
Marfa → 310397→ Cat (´⌣`ʃƪ) Potterheads

Belajar dari Gita Sesa Wanda Cantika

REP | 15 July 2012 | 10:51 Dibaca: 4807   Komentar: 0   1 menarik
Spesial for you, my sirius :)
Siapa yang tidak tahu tentang kisah kehidupan nyata Alm. Gita Sesa Wanda Cantika atau akrab di sapa Keke. Gadis cantik, periang, tabah dan pintar yang lahir 15 Juli 1991 dan wafat pada tanggal 25 Desember 2006 ini merupakan anak putri satu²nya dari pasangan Bapak Joddy Tri Aprianto dan Ibu Nandita.
Namannya menjadi terkenal banyak publik setelah kisah nyatanyya diangkat novel dan film dengan judul yang sama “Surat Kecil Untuk Tuhan”. Keke hanya dapat menikmati indahnnya kehidupan di dunia hanya dalam rentang waktu yang sangat singkat karena penyakit kanker jaringan lunak atau Rabdomiosarcoma yang di idapnya. Kanker itu merupakan penyakit yang pertama di derita anak di indonesia yaitu Keke.
Keke sangat sabar dengan dampingan orang-orang di dekatnya dalam menjalani penyakitnya, suatu keajaiban  keke memang sempat di nyatakan sembuh total, tapi Tuhan berkehendak lain, kanker itu datang lagi dan lebih ganas. Keke akhirnya pasrah dan kanker itu mangalahkan keke. Meski kanker yang ke dua lebih ganas dan kebal obat kemothrapy namun keke tetap sabar dan semangat menjalani hidupnya.
Keke sadar hidupnya memang tinggal menghitung hari, di saat itulah keke yang sakit tetap dapat melukiskan senyuman manis kepada ayahnya, kekasih serta sahabat2nya. Penderitaan keke sebenarnya bukan hanya kanker, namun keluarganya yang broken home, orang tuanyya bercerai, dia tinggal berempat dengan ayah dan kedua kakak laki-lakinya.
Walaupun demikian keke tidaklah manja, dan merupakan murid yang paling cerdas, masa kecilnya saja diaadalah anak yang berbakat, di adalah seorang model dan penyanyi cilik. Menjelang detik-detik terakhirnya, dengan sakit yang dibawanya, dia tetap nekat mengikuti ujian dengan susah payah dan sungguh di luar dugaan keke mendapatkan peringkat 3 besar.
Hingga tiba saatnya Keke di panggil. Hidup keke memnag terlampau singkat, bayangkan saja seumuran saya sudah meninggal dengan menderita kanker seperlima hidupnnya, namun keke mengajarkan kita arti kehidupan yang sebenarnya. Bersyukurlah yang hidup tanpa cacat suatu apapun. Kita hidup memang tak ada yang abadi. Hidup terlalu singkat untuk menyombongkan diri dan berputus asa. Apa yang and lakukan hari ini mempengaruhi masa depan anda.
Bercerminlah pada kehidupan keke, gadis yang mempunyai semangat hidup luar biasa dan berbakat. Keke membuat kita sadar akan pentingnya detik yang kita lewati. Renungkanlah sesaat apa kesalahan anda selama ini, koreksi dirilah . Belajarlah pada sosok keke yang masih dapat membuat orang-orang terkasihnya tersenyum bahagia walau hidupnya singkat. Sementara kita?
Seharusnya juga, detik ini Keke sedang berbahagia di tengah keluarga, kekasih dan sahabat setianya karena hari ini tepat 21 tahun umur Keke. Tuhan sayang keke, begitupun kami.
Tersenyumlah di sana ke, kamu sudah menjadi bintang sirius untuk kita. Selamat ulang tahun Keke. We love you. Doa dan senyum kami menyertai kamu. Terimakasih sudah mengajarkan kami ketabahan hidup. :)
In memoriam,
Gita Sesa Wanda Cantika
Latest Headlines Cantika
Latest Headlineshttp://sosok.kompasiana.com/2012/07/15/belajar-dari-gita-sesa-wanda-cantika-477069.html