Tampilkan postingan dengan label POSE REMAJA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label POSE REMAJA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Agustus 2015

MOVE ON

                       Ada kalanya dimana kita harus berppisah dengan orang yang kita sayang Entah apa yang membuat kita berpisah, apakah itu kesalaan yang kita perbuat, atau pasangan kita yang membuat segalanya jadi berubah ingga membuat suatu pengalaman pahit yang namanya "PUTUS CINTA". Hal itu memang sesuatu yang gak peprnah kita inginkan, Tapi apa boleh buat, jika semuanya sudah terjadi dan harus kita alami.
                      Menurutku itu gak seberapa sih sakitnya. Coba pikirin deh gimana rasanya dikhianati sama orang yang uda kita sayang ? orang yang selama ini kita percaya ? orang yang selama ini selau care di depan kita tapi nyatanya di belakang kita dia malah bikin kita sakit? itu lebi miris banget kan? kalau uda gini kita cuma bisa apa ? Nangis, marah, ngerasa kecewa, ngerasa terbuang kan ?
                     Tapi ada satu lagi, saat kita udah ngerasa deket banget sama  orang, dia uda care banget sama kita, dia support kita, ehhh.... nyatanya dia PHP (Pemberi Harapan Palsu). Padahal disitu kita uda ngarep banget sama dia, uda ngayal kalo seandainya nyatain cintanya, kita uda GR seandainya dia ajak kita jalan gimana. Wah, pasti rasanya udah kayak cinderella yang diajak dansa sama pangeran deh. Disaat kita udah sayang sama dia walaupun dia gak nyatain cinta, gak nembak kita, tapi rasa sayang itu tumbuh ketika dia care banget sama kita eh... tiba-tiba dia ngilang lah, uda punya pacar lah, entah apalah alasan lainnya. Itu bikin kita sakit banget kan ? sebenernya kita yang salah memperjuangangkan atau dia yang bikin kita ngarep banget ? atau emang dia yang sengaja PHP ?
                     Oke guys, kali ini kita akan bahas masalah ini. suatu hubungan dalam kehidupan seseoorang belum tentu berjalan mulus seperti apa yang kita inginkan. Pasti semua orang pengen banget perjalanan cintanya berakhir bahagia. tapi mau gimana lagi kalau takdir emang gak sejalan sama mainset kita. Ya kita sebagai manusia cuma bisa menerima keadaan yang ada dan tetep berlapang dada :)
                    Terus untuk yang berikut ini. Kalau kita udah dikhianatin sama orang yang udah kita percaya, kita udah sayang banget, bahkan berkorban untk dia, tapi dia malah berkkhianat sama kita ya mending aku saranin sih tinggalin aja oranng kayak gitu. Kita ninggalin dia bukan karena kita udah gak sayang lagi sama dia. Tapi Kita hars nunjukin kedia sebah pembelajaran arti  rasa kasih sayang, arti pengorbanan dalam sebuah cinta. kalau dia tetep aja gak ada respon ketika kita ninggallin dia, yaudah lah biarin aja. Kita doain aja semoga orang itu bisa berubahke jalan yang benar. :)
                    Untuk yang satu ini guys, dalam sebuah hubungan awalnya dari pertemuan dan komunikasi. tahap ini dinamakan Perkenalan dan Pendekatan. Karena dalam suatu hbungan sangat diperlukan yang namanya Kenyamanan. Seandainya nih guys, kalian lagi deket sama seseorang, aku saranin jangan terlalu terbawa sama rayuannya da, gombalannya dia. Karena bisa jadi dia cuma PHP in kita. Kaalau udah di PHPin siapa yang sakit? kita juga kan. Untuk Kalian yang lagi deketin seseorang, kalian juga jangan melontarkan kata-kata yang penuh mengundang harapan biar gak jadi kesalahpahaman guys. seseorang jadi GR itu gak salah kok kalo gak ada yang nyebabpin jadi GR. Yakan ?Jadi hati-hati dalam berkomunikasi dan menanggapi suatu komunikasi guys:)
                    Oke, dari Hal ini yang dapat kita petik adalah, dalam suatu hubungan sangat dibutuhkan komunikasi yang baik, kejujuran, Dan kalau diantara kalian yang kali ini lagi patah hati nih,lebih baik gak perlu sedih yang berkelanjutan. Karena jodoh dah ada yang ngatur kok, tenang aja :). Yang penting kita bisa ambil hikmah dari semua kejadian yang udah kita alami guys. :)

Selasa, 18 Agustus 2015

Cinta
              Hal ini passti akandirasakan oleh semua orang di muka bumi ini. rasa yang kita tak pernah tau kapan datangnya, rasa yang aneh, dan kita tak pernah tau kapan perginya. kalo cinta yang dateng sih, rasanya kayak ketemu Arjuna di Mahabarata deh ... Tapi tau gak rasanya kalo kita kehilangan orang yang kita sayang gimana ? uh, sakit baget kan ? ya gitu deh cinta,aneh banget. aku juga nggak tau kenapa harus mencintai orang yang gak pernah peduli sama kita. Orang yang gakk pernah sedikitpun nolehke arah kita. anehr nya kita dengan gampangnya memberi hal-hal yang harusnya jangan kita beri dulu sama kita ? pernah gak sih ngalamin peristiwa kayak gini ? sebenernya salah gak sih ?
            Nah jadi gini bray, ini pengalaman ku sendiri. aku gak pernah malu mengungkapkan perasaanku ke orang lain. karena mungkin ini jalan dimana aku merasa lega. siapalagi yang mau dengerin masalahku, yang bisa ngerti aku kalau bukan diri kita sendiri. siapa yang bisa nolong kita disaat kita udah empet banget sama rasa yang udah njerat kita. gak salah kkok kita ungkapin apalah itu cinta sama orang, kita sayang sama orang, toh gak ada salahnya. mungkin hal ini sangat memalukan untuk mereka yang sok gengsi. tapi untuk aku itugak salah bray. Malah aku nganggep itu suatu hal yang patut di beri tepuk tangan banget. karena untuk melakukan hal itu kita harus memiliki keberanian yang super duper gede banget.
           Merutku,  menyatakan kita sayang sama orang tu suatu yang lumrah. itu berarti kita peduli sama orang itu. kalo dia gak respon apa-apa yah itu terserah dia. karena cinta itu gak harus memiliki kan? kita juga gakbisa egois. kita harus tetep tenang. kalo dia emang gak suka sama kita atau ibaratnya gak bisa bareng sama kita, kita ikhlasin aja bray. dibelakang kita juga masih ada yang perduli sama kita. karena mengungkapkan rasa cinta sama orang lain itu cuma melepaskan beban dan uneg uneg yang mungkin kita tidakk bisa kita cceritakan sama orang lain.
            Oke, dari kisah iini ada beberapa hal yang bisa kita petik. boleh kita mengungkapkan perasaan yang ada dalam diri kita. Kita suka sama orang kek, Cinta sma orang gak salah kok kita ungkapin. tapi kita juga gak bboleh memaksa kehendak orang itu. karena kita juga gak boleh egois. kita juga gak usah terlalu memaksakan dia. karena sesngguhnya dibelakang kita masih banyak orang yang perdlli sama kita daripada orang yang kita perdulikan :)

Minggu, 24 Februari 2013

Sindrom Bahasa Alay, Perlu Dihindari, Tak Perlu Dimaki

Mungkin agak basi juga membahas fenomena yang sudah menjangkiti kaum remaja selama hampir tiga tahun terakhir ini, khususnya di era jejaring sosial macam Friendster, Facebook, lalu menyusul Twitter. Alay adalah sindrom yang mendorong remaja yang cenderung masih labil, untuk berekspresi dengan bahasa “gado-gado” yang ganjil dan sulit dibaca. Tulisan khas alay umumnya penuh singkatan, huruf-huruf yang diwakili dengan angka, kosakata yang diganti dengan frasa “baru” yang senada bila dibaca, dan biasanya butuh waktu yang lebih lama untuk membacanya secara keseluruhan, bahkan bagi alayers itu sendiri.
Frasa “alay” pertama kali saya dengar dari Anang Hermansyah, tiap kali ia menyinggung mengenai peserta Indonesian Idol yang berpenampilan “janggal” atau lagu-lagu yang kurang bermutu. Namun saya tak tahu apakah dia pionir frasa tersebut. Kemudian mulai menjamur para “icon” alay Indonesia, macam Fitri Tropica atau Melaney Ricardo.
Beberapa dari kita mungkin akan mencibir melihat remaja yang dinilai terlalu ekspresif sehingga harus mengobrak-abrik bahasa sendiri, hanya untuk menghindar dari predikat kamseupay. Yah, namanya juga remaja, sekalinya ada tren yang mencuat, maka mereka akan berusaha keras menelusup ke dalam lingkupannya. Tak terkecuali saya, hehe. Maka, sebagai remaja yang tinggal selangkah lagi menuju dewasa, saya punya pemikiran lain terhadap alayers ini….
Alay “Sehat”
Remaja alay jenis ini masih perlu “dimaafkan” karena ia tahu betul kapan harus beralay ria, dan kapan dia menggunakan kaidah bahasa yang hakiki. Apalagi bila ia tetap mafhum akan ejaan yang baik dan benar, sesuai dengan EYD, maka hal itu akan menjadi nilai plus bagi dirinya. Taruhlah bahasa alay itu cuma sebagai jembatan silaturahmi yang akan mempererat hubungan kekerabatannya dengan kawan-kawan sebayanya. Ia pun masih bisa menahan diri untuk tidak mengunggah foto-foto pribadinya yang vulgar, meski hanya sebatas tank top. Tapi remaja sealim apapun, pasti punya fitrah dasar tak mau ketinggalan zaman dan bisa diterima di pergaulan. Selama dia tetap punya batasan yang membentenginya dari rokok, narkoba, dan seks bebas, maka dia saya nilai masih “sehat”.
Alay “Kronis”
Penyakit alay bisa disebut kronis apabila seorang remaja sudah tak tahu lagi cara berbahasa yang benar. Hal ini biasanya akan berpengaruh pada tugas-tugas akademik yang mengharuskan mereka bertumpu pada ejaan yang benar sesuai dengan KBBI. Tak heran saya masih menjumpai frasa seperti “banget”, “nggak”, dan frasa non-baku lain yang dalam KBBI diberi keterangan cak, bahkan dalam karya tulis ilmiah sekalipun. Pun mereka kurang punya filtrasi dalam menyaring setiap tren kosakata baru. Sebut saja kata “secara”, yang jelas-jelas menyalahi kaidah namun mereka menerima begitu saja tanpa mau mengkaji terlebih dahulu. Yang lebih memprihatinkan, mereka kerap sekenanya menggunakan kosakata yang sebenarnya tabu. Contoh saja, karena tren alay ini penggunaan kata “autis” dan “cacat” semakin menjadi-jadi dan secara tak resmi menjadi istilah generik bagi mereka yang terlalu asyik dengan dunianya sendiri. Padahal kalau mereka mau menyelami makna “autis” dan “cacat” yang sesungguhnya, mungkin mereka akan trenyuh dan segera bersyukur punya fisik yang normal.
Termasuk dalam kategori manakah kita, itu tergantung pada diri kita masing-masing. Kalaupun saya merasa sebagai alayer kronis, insya Allah saya masih punya kesadaran diri serta pegangan yang bisa menghantarkan saya kembali ke tingkat “sehat”.
Alay memang bukan tren berbahasa yang patut ditiru, tapi saya rasa kita takkan bisa bersinergi menghapus sindrom ini. Sebab, perkembangan zaman akan selalu ada, menjadi salah satu elemen yang berbaur dengan kita dalam putaran roda zaman, tak ubahnya seperti minuman yang dilarutkan dalam air putih. Toh lagi pula, alay atau tidak tak bisa jadi parameter lengkap untuk mengukur intelegensi seseorang. Saya pernah lho bertanya sesuatu lewat Yahoo! Answer, dan saya mendapat respons dengan tekstur bahasa khas alay namun sangat berbobot dan berisi. Memang rasanya terlalu naif kalau kita berharap kebiasaan berbahasa ala zaman Ira Maya dan Kakek Ateng diterapkan kembali di Indonesia.
Tak ada yang melarang kita untuk mengkritisi bahasa alay, namun bagaimana kalau seiring dengan perkembangannya, kita pun membenahi kebiasaan berbahasa kita sendiri? Mulai saja dari hal-hal yang kecil, seperti penggunaan kata depan atau imbuhan “di”. Saya acapkali menemukan kompasianer cerdas namun masih seringkali mengetekskan kata “dimana” (bukan “di mana”), “disini” (bukan “di sini”), “di ambil” (bukan “diambil”), dan sebagainya. Memang, isi tulisan adalah kriteria terpenting dalam menyematkan prestise bermanfaat, namun kecakapan dalam menggunakan kaidah bahasa yang benar akan menjadi nilai plus, lho.
Perbedaan adalah dinamika hidup, bukan sesuatu yang harus ditindak keras secara rasial. Selama kita bisa membedakan kapan waktunya untuk berbeda, dan kapan waktu untuk seragam, maka perbedaan akan menjadi pemanis yang kekal.
$@L4m k0mP4s!@N4!
http://bahasa.kompasiana.com/2012/04/28/sindrom-bahasa-alay-perlu-dihindari-tak-perlu-dimaki-458198.html

ALAY

  Adakah di antara sobat yang ketika membaca tulisan Lutchu bEut, r4ni ChayanK cMua, atau AhMad PerinDu SoorgA, sobat pun menjadi risih? Ya, mungkin jika sobat paham karena melihat Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) yang kacau balau semacam itu, sobat pasti akan mengangguk dan akan mengeluarkan satu kesan “Alay”.
Ya, alay atau anak layangan memang banyak ditujukan pada anak-anak muda yang bisa dibilang lebay atau hiperbolis dalam segala aspek. Jelasnya, alay adalah gejala-gejala yang terjadi di tengah remaja-remaji Tanah Air yang ingin diakui statusnya di tengah teman-temannya. eh, ini loh gue! Gejala semacam ini nih yang akan mengubah gaya tulisan dan gaya berpakaian, sekaligus meningkatkan kenarsisan tingkat tinggi yang cukup mengganggu masyarakat dunia maya.
Peranan yang berlebihan seperti ini didominasi oleh kaum remaja yang tergolong masih labil. Bermula dari sebuah lagu, kata Alay alias Anak Lebay jadi sering digunakan untuk orang-orang yang memiliki perilaku seperti diatas.

Sebagian ahli psikologi pun mengakui bahwa alay sebetulnya merupakan gejala alami yang kini sedang terjadi pada anak muda yang ingin diakui statusnya di antara teman-temannya. Yang membuat dia merasa lebih cantik, lebih keren, atau lebih hebat diantara lainnya. Faktor utama penyebab munculnya hal tersebut salah satunya adalah dari media televisi atau sosok yang mereka yang kagumi.
Berikut ini adalah ciri-ciri orang yang sudah terjangkit virus alay beserta ragam dunia alay yang mesti sobat ketahui betapa negatifnya hal tersebut;

Bahasa Alay
Pernahkah anda membaca status dalam facebook atau membaca sms yang gaya penulisanya sulit di baca? Seperti ‘tempat’ jadi ‘t4’, ‘mata-mata’ jadi ‘mata”’ , ‘you’ jadi ‘u’, ‘apa’ jadi ‘apP’ dan sebagainya. Perlu sobat cermati, kata-kata semacam itulah yang dapat mempengaruhi penggunaan bahasa sehari-hari sehingga mempengaruhi bahasa tulis anak-anak muda. Dan ketika harus menulis secara resmi, dikhawatirkan kebiasaan menulis dengan bahasa alay itu dapat muncul.
Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring punya pandangan sendiri terkait kekhawatirannya terhadap jejaring sosial Twitter yang dapat merusak tata bahasa, jika penggunaannya di kalangan muda tidak dikelola dengan baik.
Beliau mengungkapkan bahwa kapasitas karakter yang tersedia di Twitter tergolong sedikit, sehingga menjadi penyebab maraknya kata-kata yang dituangkan secara minimalis.
"Twitter hanya bisa menampung 140 karakter, sehingga muncullah bahasa-bahasa 'alay'," kata Tifatul kepada ANTARA.
Beliau juga berharap agar ada peran dan kontribusi suatu pihak yang bertugas untuk membimbing masyarakat dalam penggunaan media sosial agar tetap berada pada jalur yang positif, sehingga fenomena kacaunya bahasa yang tengah melanda kaum remaja Indonesia dapat teratasi. 

Musik Alay
Musik alay sungguh disayangkan malah bisa diterima dan disukai masyarakat dari kalangan menengah kebawah, padahal musik yang diputar jelas-jelas kurang bernilai. Kehadiran musik alay sering diputar di mana-mana, seperti di pasar-pasar atau sekedar mengisi acara liburan seperti acara semarak tahun baru, bahkan hari raya lebaran.

Dandanan Alay
Coba sobat tengok dan sekaligus cermati acara TV pada pagi hari yang menyuguhkan tontonan hiburan musik yang dihidangkan. Di sana sobat akan menemui satu gerombolan jamaah alay. Di antara gerombolan alay itu, tidak sedikit yang mengenakan fashion secara berlebihan dan tidak jelas. Seperti;
·        Model rambut ala polem alias poni lempar dan rambut disemir highlightgold.
·   Memakai kacamata minus. Lebih tepatnya minus-minusan atau mungkin hanya  sekedar gaya saja.
·        Baju t-shirt junkies
·        Celana pensil yang bikin repot kalau buang air besar
·        Dan lain-lain.

Makhluk yang seperti ini nih, yang selalu keliaran pada pagi dan sore hari mengotori layar kaca sobat, di acara musik sebangsa  Inbox, Mantap, atau acara yang dibawakan si "Olga Syahputri", Dahsyat.
Kalau sudah waktunya music show, anak alay yang posisinya mepet-mepet di panggung mempunyai gerakan andalan sebagai pengiring lagu yang dibawakan. Seperti orang yang nyuci baju.  tangan keatas digoyang-goyang dan terus diulang-ulang, mereka nggak peduli seperti apa lagunya. Apapun lagunya, jogetnya gaya jemur baju. Selalu terlihat riang gembira, seakan hidup mereka tidak ada masalah. Mungkin karena mereka selalu bangga kali ya.. masuk TV dan bertemu artis idola.
Bagaimana? Sobat pun menjadi heran banget kan, melihat fenomena dunia remaja jaman ini? Heran karena memahami seperti apa kriteria alay dengan tingkah polah mereka yang cenderung buang-buang umur dan berlebihan.
Muslim meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Binasalah orang-orang yang berlebihan tindakannya.”
Di satu sisi, kebanyakan remaja sekarang sudah terjangkit virus alay. Namun, di sisi lain tidak sedikit pula sobat akan menemukan remaja yang sebel berat sama jamaah alay tersebut. Memang, dalam kacamata pemahaman mereka, jamaah alay secara total telah menyisihkan agama yang kaya nilai dalam menjaga estetika kehidupan mereka. Dan tidak kurang pula dengan kelakuan yang ditampilkan telah merusak citra anak muda Islam.
Terkait dengan masalah anak muda islam, memang sudah nggak jamannya lagi deh ikut-ikutan gaya hidupnya makhluk GeJe seperti kaum alay. Nggak ada landasan dan nggak ada pondasi. Coba bayangkan jika gedung yang menjulang ke langit tapi tak punya pondasi yang kokoh, apa yang terjadi?
Nah, sob. This is the time for you to get your real identity. Identitas sebagai remaja muslim yang berkepribadian keren, juga berkarakter integral. Caranya? Jangan terlalu intens berkawan dengan alay. Berkawanlah dengan orang-orang yang selalu ingatkan kita akan kerennya hidup setelah mati.
http://suratanmakna.blogspot.com/2012/05/virus-alay-mengancam-remaja.html

Sabtu, 23 Februari 2013

GAK PEDE

Salah satu krisis yang sering kali menerpa remaja adalah krisis kepercayaan diri. Remaja yang tadinya baik-baik saja tiba-tiba mengalami masalah kejiwaan dan perilaku yang bersumber dari hilangnya kepercayaan diri. Berikut ini akan diuraikan beberapa keterangan yang dapat membantu remaja memahami dan melewati krisis ini.
  • Sesungguhnya krisis kepercayaan diri merupakan fenomena yang alamiah dan sesuai perkembangan usia. Artinya, krisis ini sendiri bukanlah suatu problem yang permanen dan akan merusak pembentukan jati diri remaja. Jika krisis ini terus berlanjut sampai masa dewasa, barulah kita dapat memandangnya sebagai problem yang menuntut penyelesaian klinis.
  • Krisis kepercayaan diri sebetulnya lahir dari proses pembentukan jati diri remaja di mana pada saat ini, remaja mendasarkan penilaian dirinya atas penilaian kolektif-data yang diperoleh dari teman. Jadi, sangatlah masuk akal jika pada masa ini remaja tidak mempercayai penilaiannya sendiri dan malah bergantung pada pendapat teman-temannya. Sekali lagi, ini bukanlah sesuatu yang buruk; sebaliknya, ini adalah bagian dari proses yang alamiah dan sesuai dengan perkembangan remaja.
  • Remaja yang langsung mempercayai penilaiannya sendiri tanpa perlu berkonsultasi dengan teman, kemungkinan adalah remaja yang memiliki kepercayaan diri yang solid sejak kecil atau ia terisolasi dari lingkungan.
  • Setelah melewati fase remaja, pada usia mendekati 20 tahun, seyogianya remaja makin tidak terlalu bergantung pada penilaian teman. Ia mulai mempercayai penilaian dirinya dan membuat keputusan berdasarkan pemikiran pribadi.
Kepada remaja saya ingin memberikan beberapa nasihat dalam bertindak:
  • Senantiasa bertanyalah, "Apakah yang Tuhan kehendaki dalam hal ini?" Jika tindakan ini melawan kehendak Tuhan, jangan lakukan, kendati semua teman melakukannya. Sebaliknya, jika tindakan ini sesuai dengan kehendak Tuhan, lakukanlah mesti teman tidak menyetujuinya. Misalnya, semua teman menghendaki kita membalas memukuli seseorang. Jangan lakukan! Sebaliknya, beritahukan mereka bahwa seharusnyalah kita mengampuni perbuatannya. "Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu." (Matius 6:14-15) Dengan kata lain, prinsip yang digunakan di sini adalah, takutlah akan Tuhan dan jangan menomorsatukan teman di atas Tuhan.
  • Pertimbangkanlah dampak tindakan kita pada orang lain. Jangan hanya melihat dampak sesaat atau menganggap bahwa pastilah orang dapat menerima atau memaafkan kita. Terapkan prinsip, "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka." (Matius 7:12)
  • Dalam pengambilan keputusan, carilah pendapat teman yang berhikmat dan sedapatnya terimalah masukan dari pelbagai sudut, bukan hanya yang seturut dengan keinginan kita. Gunakan prinsip,"Jikalau tidak ada pimpinan jatuhlah bangsa, tetapi jikalau penasihat banyak, keselamatan ada." (Amsal 11:14)
  • Belajarlah dari orang yang lebih tua, termasuk orangtua, karena pengalaman hidup mereka adalah guru yang baik. Firman Tuhan mengajarkan, "Dengarkanlah hai anak-anak, didikan seorang ayah dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian." (Amsal 4:1) Pada akhirnya percaya diri dibentuk dari kekayaan hikmat yang telah kita serap dan yakini kebenarannya, baik dari Firman Tuhan maupun dari orang berhikmat lainnya.
  •  http://www.telaga.org/audio/mengapa_remaja_susah_pede

Kenarsisan Anak Remaja :D

Posted Senin, 06 Desember 2010 by Lyla Sabilla
dari judulnya aja uda keliatan kaan kira-kira postinganku nii tentang appaan !?
haha .
yaapp broo ma men ! #apaandeelyla
 F.O.T.O.

ininih ceritanya , waktu harii guru disekolah sayaa tercintaa :*
bingung mo kasih wali kelas apaan . yauda, berhubung wali kelas orangnya fashionable bangeet #iyataa!?kayaknyaseeiyya melalui proses rapat yang alot #bahasakundewo,lebai,tidakefektifdantidakpadat akhirnya diputuskan memberi baju alias klambi alias clothes ..

alasan memilih baju, antara lain ::
  1. Wali Kelas fashionable
  2. Kayaknya see suka baju
  3. Kalo baju bisa dipakai ke kantor
  4. Gampang diingat/dikenang #mungkin
  5. Harganya masih terjangkau
  6. de le le (baca:dll) .

okelah yaa ngasii baju .. tapi pengen supaya kita warga 9E 'MERDEKA' lebih dikenang lagii #ceillee sama wali kelas kita, akhirrrnyaaa usuul foto bareng sekelas buat kenang-kenangan :D

jadilah jeprat jepret seperti ini hasilnya >>


ini dia jeprat jepret 'in my class' :D
dibawah ini ada lagi 
siap siap . jadinya kita foto dua kali
#siapsiapapaan!? #siapsiapperang!?%@


ini dia hasil jeprat jepret yang kedua 
bagusan mana yaa yg pertama sama yg kedua ??
#jeleksemua
>>#boohjanganlaah :D


oia .berhubung waktu itu sii bang Dhina Puspitanigrum kereeen bangeet #cowokbangetlah .
dia jadi seleb dua jam #gaksampeksiihkayaknya ..
cewek ceweknya klas 9 disekolaah pada minta fobar (baca:fotobareng) sii bang Dhina .
Dhina kayak cowok siih . kalo cowok foto mesraa sama cowok beneran kaan ntar dikira macem-macem , tapii kalo sama cewek kaan masiih muhrim :) #ciaahhlyla haha . #belajaralimdarimanaLa!?

yaaah ini ada beberapa fobar Dhina dan kawan kawan :D

 (kiri) Dhina ,  (kanan) Dian 
yaa bia nilai sendiri deeh :D
cakepkan bang Dhina !?

haha :D 
sebenernya seeh ini bisa dimasukkan ke kategori foto mamong yaa !?
#nggaplek
(dari kiri) Nuring , Dhina , Tiara (yang dibawah) Lyla

 ini kayaknya lebih mendingan daripada yang sebelumnya yaa!?
kalo ini kayaknya siap kamera :D
(dari kiri) Nuring , Dhina , Tiara , Indhira (yang dibawah) Lyla
nambah satu prucil yang ini dari yang sebelumnya


ininiih kaan pada foto bareng Dhina 
buka fc Dhina laku kayaknya :D
(dari kiri) Icha , Dinira , Dhina


tuhkan nambah lagii deeh orangnya #fansnyamaksudsaya
(dari kiri) Tiara , Icha , Dinira , Dhina , Shifa


kalo yang dibawah ini , foto foto Dhina yang sendirian >>




Dhina bois boyis kooh fotonyaa :D
cakeepkan bang Dhina !?
:D


yaa itulah beberapa gambar gambar #lebihtepatnyafotokaliyee klaaass 9E dan dicampuur dengan foto foto Dhina bersama kawan kawan ..
dan diudek baurkan sama foto foto Dhina sendiri :D
http://silylayalisa.blogspot.com/2010/12/kenarsisan-anak-remaja-d.html

Ssssssssttttttt......

Pacaran adalah proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan. Ada juga yang bilang bahwa pacaran adalah proses kita menjadi lebih dewasa dimana kita bisa berbagi pengalaman dan kasih sayang.

Seorang anak mulai mengenal pacaran ketika mereka mulai memasuki masa puber, dimana terjadi perubahan pola pikir dari anak-anak menuju dewasa yang disebabkan oleh perubahan hormon, yang disertai dengan berubahnya bentuk fisik si anak tersebut, biasanya terjadi ketika si anak mulai memasuki jenjang pendidikan ke SMP.


Pacaran jaman dulu identik sekali dengan surat-menyurat. Seseorang akan merasa sangat bahagia ketika mereka mendapat surat yang diantarkan oleh pak pos untuk dirinya dari pacar yang dikasihinya. Seorang lelaki biasanya akan main kerumah pacarnya untuk sekedar ngobrol berdua, atau mengajak pergi jalan-jalan mencari suasana romantis, dan dunia pun serasa milik mereka berdua.

Tapi seiring berjalannya waktu, dan akibat kemajuan teknologi yang semakin canggih, gaya pacaran semacam itu sudah jarang sekali kita temukan, semisal surat-munyurat dari seseorang ke pacarnya. Kemajuan teknologi memang berpengaruh besar terhadap perubahan jaman, termasuk perubahan gaya pacaran anak muda jaman sekarang.

Surat-menyurat yang dulu sangat pupuler, sekarang digantikan oleh perangkat handphone. Hanya dengan sms atau telepon, seseorang bisa langsung bertukar kabar dengan pacar yang berada dilokasi jauh sekalipun, atau hanya dengan chating lewat internet, seseorang bisa ngobrol tanpa batas walaupun hanya lewat tulisan.

Tapi perkembangan teknologi bagaikan pisau bermata dua, disatu sisi bermanfaat karena lebih memudahkan mereka dalam berhubungan, di sisi lain juga bisa berdampak buruk pada kita. Dengan teknologi yang sangat canggih itu, dunia serasa kecil. Bisa dibilang kita bisa menjelajahi dunia hanya dalam satu waktu, bisa mendapat informasi di dunia manapun tanpa ada batasnya, sehingga itu juga bisa mengubah kebiasaan manusia. Karena pengaruh budaya luar negeri yang terbilang bebas, kita seolah mengikuti budaya itu.

Gaya pacaran jaman sekarang juga sudah terbilang sangat bebas. Seolah-olah mereka mencontoh gaya pacaran orang luar yang tak mengenal etika. Ada beberapa pemahaman salah tentang pacaran anak muda jaman sekarang.

1. Gak punya pacar berarti gak laku.
2. Belum dinamakan pacaran kalau belum bernah berciuman "mesra".
3. Seorang cewek tidak benar-benar cinta kalau gak mau diajak "ML" oleh cowoknya.

Pemahaman itu seakan sudah menjadi kiblat bagi anak muda jaman sekarang dalam berpacaran. Banyak sekali kita temui anak sekolah mojok sepulang sekolah atau anak muda yang pacaran di tempat umum sambil berciuman mesra, kadang si cowok sambil meraba-raba tubuh si cewek. Kadang di tempat umum mereka merasa risih atau tidak aman dan nyaman karena tempatnya yang terlalu terbuka. Ibarat "nggak ada rotan akar pun jadi", nggak ada tempat aman buat bermesraan, diwarnet pun sekarang juga menjadi tempat aman bagi mereka untuk bermesraan. Bahkan nggak cuman berciuman, mereka juga berani melakukan lebih dari itu.

Sekarang banyak sekali perempuan hamil diluar nikah, dan itupun sudah dianggap biasa di Indonesia ini yang notabene adalah negara dengan budaya timurnya yang terkenal beretika dan ber-Ketuhanan.

Untuk menjauhkan kita dari gaya pacaran yang salah tadi, setidaknya kita mesti tahu batasan-batasan kita dalam berpacaran. Tidak hanya itu, ada hal-hal yang harus diperhatikan untuk menjadi seorang pacar yang baik.

1. Lebih takut sama Tuhan dari pada manusia, jadi siapapun yang mau menjadi pacarmu akan menghormatimu dan tak mempermainkanmu.
2. Dorong pacarmu untuk lebih dekat dengan Tuhan.
3. Sayangi keluarga pacarmu seperti kamu menyayangi keluargamu sendiri.
4. Dukunglah apa yang dikerjakannya sepanjang bukan hal yang negatif.
5. Jangan berpikir berapa banyak yang bisa dia berikan padamu, tapi berpikirlah berapa banyak yang bisa kuberikan padanya.(Yang positif tentunya)

Oleh karena itu, sebelum pacaran kita harus berkomitmen dan berjanji pada diri sendiri bahwa pacaran itu bukan hanya untuk main-main atau mengikuti tren, tapi karena memang kita ingin mengenal pasangan lebih dalam lagi sebelum melangkah ke jenjang yang lebih serius yaitu pernikahan.

Remaja Gaul Indonesia Jaman Sekarang http://bergulingguling.blogspot.com/2012/09/remaja-gaul-indonesia-jaman-sekarang.htmlhttp://bergulingguling.blogspot.com/2012/09/remaja-gaul-indonesia-jaman-sekarang.htmlhttp://bergulingguling.blogspot.com/2012/09/remaja-gaul-indonesia-jaman-sekarang.html

Pernahkah dikau melihat gaya-gaya anak remaja jaman sekarang? Kalau kata bahasa mereka, gaya mereka itu sangat tengil. Lihat saja gaya-gaya mereka itu. Pakai kaos distro yang full colour, celana jins pensil yang nyetrit, sepatu merk-merk mahal, kadang pakai jaket model bisbol. Kalau dengar musrik, maksud saya musik, mereka sok-sok dengar musik melodik, metal (melayu total kali), rock-rock modern jaman sekarang. Kadang mereka memakai kacamata hitam besar yang batangnya berwarna-warni. Tak lupa pula dengan batang berisi tembakau yang dibakar sampai berasap terus dihisap-hisap itu. Selain itu kebanyakan dari mereka pakai HP pintar yang mahal. Dan kegiatan utama mereka biasanya main band dan nonton band (halah!). 
Tahu tidak? Bagi mereka, mereka adalah anak gaul garda depan. Sangat laki-laki. Mereka bangga dengan pilihan gaya mereka. Padahal mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang jadi korbannya bangsa Barat yang liberalis dan kapitalis dengan misi 3F-nya. Apa itu 3F? Ya, bangsa Barat itu ingin menguasai dunia dengan cara menyebarkan doktrin 3F (Film, Food, Fashion). Yah, tak apa lah, mungkin mereka belum sadar aja. 
Sebenarnya sih, tak apa-apa juga kalau misalkan mereka bergaya-gaya seperti itu. Mencoba jadi anak gaul yang garda depan. Tapi harusnya diimbangi dengan kepribadian dan pengetahuan yang juga garda depan. Lihat saja sebagian dari mereka banyak yang malas beribadah, sering bolos sekolah, malas mengerjakan PR dan belajar di rumah, kurang ada respeknya sama orang tua, kadang ngelayap kemana-mana sampai pulangnya lewat dari tengah malam, dan kalau bangun tidur, kesiangan. Mau jadi apa negara ini, Kawan? 
Coba aja deh, kalau misalkan kita menemukan bocah-bocah SMP atau SMA model begini. Tanyakan soal kaos atau sepatu merek terbaru. Lalu tanyakan tentang band-band melodik indie dan lagu-lagunya. Wah mereka pasti nyerocos semangat menggebu-gebu bagai debu (kok bagai debu?). Tapi coba tanyakan mereka tentang permasalahan pengetahuan, budaya, sosial, dan politik. Mungkin kebanyakan dari mereka langsung mengalihkan pembicaraan. 
Inilah potret remaja-remaja Indonesia jaman sekarang. Sangat disayangkan jika mereka tidak segera merubah beberapa kebiasaan buruknya. Bagi para orang tua dan saudara yang lebih tua, haruslah memberikan contoh yang baik kepada anak-anak dan adik-adik Anda. Karena pendidikan karakter yang paling baik itu bukan diajarkan, tetapi dicontohkan langsung dalam keluarga dan lingkungan sekitar.
http://bergulingguling.blogspot.com/2012/09/remaja-gaul-indonesia-jaman-sekarang.html

Selasa, 12 Februari 2013

REMAJA NONGKRONG

BUAT PARA REMAJA : Tempat Nongkrong Paling Seru yang ada di MALANG! 

 1. Yang pasti MALLNYA
mallnya yg paleng seru , MOG :Dtepatnyaa di jalan Kawi , s
oalnya di sana ada rumah hantu yg kini sedang di rilis , lalu yg kedua matos di jalan veteran , kenapa ? ada 21nya yaitu tempat nonton bioskop yg filmnya beken-bekeenn atau seru-seru deeh ! 

 
2. Yang kedua TEMPAT MAKANNYA
Tau Ayam Goreng Rokeer ?? Sip itu deh yg top , tempatnya di jalan Sulfaat , ayamnya berkrispi yg menggugah hati untuk mencobanya , rasa krispiny ooo jangan ditanya , bener-beneerr MAKNYOOOSSS ! , yg keduaa "Bakso Pahlawan Trip " yg letaknya strategis dengan orang2 yg lagi ingin makan , tempanya di jalan Pahlawan Trip , bakso itu terkenal bakso bakarnya ! Silahkan di coba kalau penasaran ^^ saking enaknyaa sampe gabisa di jelasin rasanyee

3. Yang ketiga JALAN IJEN

Ada banyaak banget tempat menarik disana , mulai dari Perpustakaan umumnya , buku-buku apa aja semua ada di sana sejuk , luas dan enak banget dibuat membaca bagi yang hobi baca buku niih :), disana juga ada distro namanya "Heroine" barangnya bagus , keren , dan updatee terus , harga juga terjangkau lagi

4. Yang ke empat TUGU DI JALAN TUGU

Tugu tepat didepan Balai Kota Malang , tugunya indah dan seru banget buat nongkrong juga foto-foto , banyak tanaman dan air mancur buat cuci mata , buat yg pingin refreshing kesini aja deh dijamin langsung freesshh lagi ! :D

Sebenernya masih banyak tempat-tempat seru di Malang , tapi tidak semua bisa kami jelaskan , SEKIAN
:Dmaaf jika ada kata-kata yang tidak berkesan dihati anda

 

 http://somethingaboutmalang.blogspot.com/2011/12/buat-para-remaja-tempat-nongkrong_19.html


:D